Watu Payung merupakan destinasi wisata alam yang terletak di Dusun Gedhang Atas, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Destinasi ini berada di tepi kawah Gunung Api Purba Semilir dan menawarkan pemandangan menakjubkan dari barisan Pegunungan Sewu di sisi selatan.
Watu Payung juga dikenal sebagai lokasi ideal untuk menyaksikan sunrise, berkat posisinya yang menghadap ke arah Timur. Musim Kemarau adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Watu Payung, karena pada saat itu tempat ini bebas dari kabut dan mendapatkan pencahayaan yang optimal.
Selain itu, terdapat beberapa spot foto yang menampilkan pemandangan pegunungan yang memukau. Dilansir dari laman resmi Visiting Jogja, keunikan Watu Payung terletak pada layanan pengambilan foto menggunakan ponsel yang dilakukan dengan ember, di mana biaya jasa pengambilan foto ditentukan seikhlasnya oleh pengunjung.
Watu Payung, atau Batu Payung, adalah objek wisata gardu pandang yang menyuguhkan suasana alam pedesaan dengan aliran Sungai Oya di bawahnya.
Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan khas perbukitan Gunungkidul bagian barat beserta segala keunikannya. Perpaduan pepohonan jati, aliran Sungai Oya, dan perbukitan menambah daya tarik keindahan alam Gunungkidul. Bagi para penggemar selfie, terdapat beberapa spot yang terbuat dari anyaman rotan di objek wisata ini.
Watu Payung menjadi salah satu tujuan wisata alam yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta, terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan, terutama bebatuan kapur yang unik dan tebing-tebing yang menghadap ke laut.
Tempat ini menawarkan pemandangan luar biasa dengan tebing-tebing kapur yang menghadap ke Samudra Hindia, dan keindahan alamnya sangat memukau, terutama saat matahari terbenam. Ini adalah surga bagi para penggemar fotografi, di mana pengunjung dapat mengambil foto indah di antara bebatuan kapur dan tebing-tebing.
Di bawah Watu Payung itu sendiri, terdapat berbagai keindahan yang bisa dinikmati.
Watu Payung dikenal dengan tebing-tebingnya yang menawan, namun pengunjung juga dapat menemukan pantai berpasir putih yang mempesona di sekitarnya. Aktivitas seperti berenang, berjemur, atau bermain di pantai sangatlah menyenangkan. Selain itu, area sekitar Watu Payung juga menyimpan goa-goa alam yang menarik untuk dijelajahi.
Terdapat banyak warung dan penjual makanan lokal yang menawarkan hidangan laut segar serta masakan khas Jawa. Sebelum berkunjung, penting untuk memeriksa kondisi cuaca dan akses ke lokasi, serta berhati-hati saat berada di tebing dan pantai. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Objek wisata ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, musala, dan pendopo yang dapat digunakan sebagai ruang pertemuan, serta area camping, tempat makan, dan parkir yang luas.
Kebersihan dan penataan tempat yang baik, ditambah dengan pengelolaan yang ramah, memberikan kesan positif yang menjadi nilai tambah bagi objek wisata ini. Akses jalan menuju Watu Payung dapat dilalui oleh kendaraan pribadi maupun bus, meskipun jalannya tidak terlalu lebar, berkelok-kelok, dan menanjak, sehingga pengunjung perlu berhati-hati saat berkendara.
Watu Payung juga menyediakan fasilitas penunjang wisata seperti tempat parkir, warung, gazebo, dan toilet. Destinasi wisata ini buka dari pukul 07.00 hingga 18.30 WIB, dan pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.
Akses menuju Watu Payung cukup mudah. Dari Objek Wisata Candi Ijo, teruslah mengikuti jalan beton. Setelah jalan beton berakhir, lanjutkan mengikuti jalan aspal hingga mencapai tikungan ketiga setelah Kafe Watu Langit. Setelah itu, belok kiri mengikuti jalan beton, dan Destinasi Wisata Watu Payung berada di ujung jalan beton tersebut.


